Matahari
merupakan sumber energi terbesar bagi bumi yang berupa energi panas dan energi
cahaya. Energi panas matahari dapat digunakan secara langsung, misalnya untuk
mengeringkan pakaian. Energi cahaya matahari menerangi bumi pada siang hari.
Selain itu, cahaya matahari dimanfaatkan tumbuhan hijau untuk melakukan
fotosintesis. Pemanfaatan energi matahari yang paling sering digunakan adalah
memanfaatkan tenaga surya untuk mengalirkan listrik (menyalakan lampu serta
menghidupkan berbagai perangkat elektronik).
Untuk
menghasilkan energi listrik dari sinar matahari memerlukan alat yang disebut
panel surya (solar cell, photovoltaic, atau fotovoltaik ). Sel surya dapat
digunakan tanpa polusi, baik polusi udara maupun suara, dan di segala cuaca.
Panel surya untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menghasilkan energi
listrik dengan mengubah tenaga matahari menjadi listrik. Sel silikon (di dalam
solar cells atau sel surya) yang ada di panel surya (solar panel) disinari
matahari/ surya, membuat proton bergerak menuju electron dan menghasilkan arus
dan tegangan listrik. Sebuah solar cells/ sel surya menghasilkan kurang lebih tegangan
0.5 Volt. Jadi sebuah panel surya 12 Volt terdiri dari kurang lebih 36 sel
surya (untuk menghasilkan 17 Volt tegangan maksimun).
Listrik
tenaga surya sangat bermanfaat untuk masyarakat pedesaan atau tempat-tempat
terpencil. Listrik ini dapat digunakan untuk menyalakan lampu, televisi, bahkan
lemari es. Energi cahaya matahari dapat diubah menjadi energi listrik
menggunakan sel surya. Kegunaan sel surya di antaranya untuk menjalankan jam,
kalkulator, dan penerangan luar ruangan. Bahkan, sel surya dengan susunan yang
rumit dapat memberikan tenaga listrik ke satelit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar