Dengan berkembangnya dunia teknologi infomasi coaching juga sudah bisa dilakukan dengan menggunakan sistem infomasi. Kita bisa langsung melakukan coaching tanpa harus bertemu langsung dengan psikolog tersebut. E – Coaching membantu kita untuk belajar mandiri, bukan hanya sekedar menerima pelajaran saja.
Definisi E-Coaching
Menurut Gallwey (Whitmore, 2002), Coaching adalah
proses membuka kunci potensi seseorang untuk memaksimalkan kinerjanya.
Ia lebih merupakan proses membantu seseorang belajar alih-alih
mengajarinya.
Menurut Grant (2001), coaching didefinisikan
sebagai proses yang berorientasi pada solusi dan hasil, yakni seorang
coach memfasilitasi proses pembelajaran pribadi (self directed learning), pertumbuhan diri, dan peningkatan kualitas hidup klien dalam lingkup yang ditentukannya sendiri.
Perbedaan coaching dengan training, mentoring, psikoterapi, dan konseling
Grant
(2001), menyebut coaching sebagai sebuah proses yang untuk meningkatkan
kinerja dan kesejahteraan hidup pada populasi klien orang dewasa normal
(non klinis). Melalui definisi ini, maka coaching bukanlah proses yang
bersifat terapeutik, dan karenanya berbeda dengan psikoterapi dan
konseling. Bacon dan Spear (2003), telah menguraikan beberapa kondisi
klinis klien yang karenanya memerlukan psikoterapi terlebih dahulu
sebelum coaching. Maka sementara psikoterapi dan konseling adalah proses
untuk membantu klien dalam kondisi klinis untuk kembali normal,
coaching membantu klien dalam kondisi normal untuk mencapai target
kinerja tertentu.
Menurut
Hall dan Duval (2004), Trainer dan mentor adalah seseorang yang memiliki
otoritas lebih tinggi daripada klien, sebab mereka memang memiliki
keahlian dan pengalaman yang tidak dimiliki oleh klien. Sementara coach
tidak harus memiliki keahlian dan pengalaman yang lebih tinggi dalam
bidang yang digeluti klien, sebab seorang coach adalah ahli dalam
memfasilitasi proses belajar. Maka sementara trainer dan mentor adalah
pengajar, coach adalah fasilitator proses belajar bagi klien.
KESIMPULAN E-COACHING
E-coaching
adalah aplikasi psikologi yang memfasilitasi klien normal (non klinis),
yang ingin meningkatkan kualitas hidupnya atau mencapai tujuan tertentu
menggunakan internet sebagai medianya.
Referensi:
Grant, A. M. (2001). Toward
a Psychology of Coaching: The Impact of Coaching on Metacognition,
Mental Health, and Goal Attainment (Doctoral Dissertation). Department of Psychology, Macquarie University, Sydney Australia.
Bacon, & Spear. (2003). Adaptive Coaching. California: Davies-Black Publishing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar