1.
PSIKOANALISA: ANALISIS
MIMPI
a. Definisi
Analisis mimpi adalah prosedur yang
penting untuk menyingkap hal yang tak disadari dan memberikan pemahaman kepada
klien mengenai beberapa area masalah yang tidak terselesaikan. Mimpi-mimpi
memiliki dua taraf isi, yaitu laten dan manifes. Isi laten terdiri atas
motif-motif yang disamarkan, tersembunyi, simbolik dan tak disadari. Karena
begitu mengancam dan menyakitkan, dorongan-dorongan seksual dan agresif tak
sadar yang merupakan isi laten ditransformasikan ke dalam isi manifes yang
lebih dapat diterima, yakni impian sebagaimana yang tampil pada si pemimpi.
Proses transformasi is laten mimpi ke dalam isi manifes yang kurang mengancam
itu disebut kerja mimpi.
Menurut Freud, mimpi adalah
penghubung antara kondisi bangun dan tidur. Baginya, mimpi adalah ekspresi yang
terdistorsi atau yang sebenarnya dari keinginan-keinginan yang terlarang
diungkapkan dalam keadaan terjaga.
Analisis Mimpi, digunakan oleh Freud
dari pemahamannya bahwa mimpi merupakan pesan alam bawah sadar yang abstrak
terhadap alam sadar, pesan-pesan ini berisi keinginan, ketakutan dan berbagai
macam aktivitas emosi lain, hingga aktivitas emosi yang sama sekali tidak disadari. Sehingga metode Analisis
Mimpi dapat digunakan untuk mengungkap pesan bawah sadar atau permasalahan
terpendam, baik berupa hasrat, ketakutan, kekhawatiran, kemarahan yang tidak
disadari karena ditekan oleh seseorang.
b. Proses
Ketika tidur, kontrol kesadaran
menurun, dan mimpi adalah ungkapan isi-isi taksadar karena turunnya kontrol
kesadaran itu. Klien melaporkan apa yang dimimpikannya dalam asosiasi bebas.
Tugas analis adalah menyingkap makna-makna yang disamarkan dengan mempelajari
simbol-simbol yang terdapat pada isi manifes mimpi.
c. Kelebihan
Adanya transferens (transference), transferens merupakan
istilah psikoanalisis untuk cara-cara individu berhubungan dengan analis (orang
yang menganalisa mimpi) yang menghasilkan kembali hubungan-hubungan penting
dalam kehidupan tiap individu.
d. Kekurangan
Adanya resistensi (resistance), resistensi adalah istilah
pskilogi untuk strategi pertahanan klien yang tidak disadari yang mencegah
analis untuk memahami permasalahan orang tersebut. Resistensi terjadi karena
hal ini menjadi terlalu menyakitkan untuk tiap individu membawa konfliknya ke
kesadaran pribadi.
e. Contoh
Penerapan
Bila anda bangun di suatu pagi dan
mengingat sebuah mimpi tentang kembali duduk di kelas dua sekolah dasar dengan
guru yang membentak anda karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah, maka ini
merupakan isi mimpi yang termanifestasi dalam mimpi anda. Isi laten adalah
bagian mimpi yang tidak diingat dan tidak disadari, aspek-aspek tersembunyi ini
disimbolkan oleh isi mimpi yang termanifestasi. Psikoanalis memaknai mimpi
dengan menganalisis isi mimpi yang termanifestasi untuk mencari
kebutuhan-kebutuhan dan harapan yang tidak disadari dengan tampilan yang
samar-samar, terutama yang bersifat seksual dan agresif.
2.
HUMANISTIK: EKSISTENSIAL
a. Definisi
Terapi eksistensi berfokus pada
kondisi manusia. Pendekatan ini terutama adalah suatu sikap yang menekankan
pada pemahaman atas manusia alih-alih suatu siterm teknik-teknik yang digunakan
untuk mempengaruhi klien. Menurut pandangan eksistensial, manusia mampu akan
dirinya sendiri, yaitu kapasitas yang membedakan diri kita dengan makhluk lain.
Kita adalah makhluk bebas yang bertanggung jawab dalam memilih cara hidup kita,
sehingga nasib kita berada di tangan kita sendiri.
b. Proses
→ Tahap pendahuluan
Terapis
membantu klien dalam mengidentifikasi dan mengklarifikasi asumsi mereka tentang
dunia. Klien diajak untuk mendefinisikan dan menayakan
tentang cara mereka
memandang dan menjadikan eksistensi
mereka bisa diterima.
→ Tahap tengah
Proses
eksplorasi diri ini
biasanya membawa klien ke
pemahaman baru dan
berapa restrukturisasi dari nilai dan sikap mereka. Klien mendapat cita rasa yang
lebih baik akan jenis kehidupan macam
apa yang mereka
anggap pantas.
→ Tahap terakhir
Berfokus pada
menolong klien untuk
bisa melaksanakan apa yang telah
mereka pelajari tentang diri mereka
sendiri. Sasaran terapi adalah
memungkinkan klien untuk
bisa mencari cara mengaplikasikan nilai
hasil penelitian dan
internalisasi dengan jalan kongkrit.
c. Kelebihan
→
Dapat digunakan
bagi klien yang mengalami kekurangan dalam perkembangan dan kepercayaan diri.
→
Adanya
kebebasan klien untuk mengambil keputusan sendiri.
→
Digunakan pada
perkembangan klien seperti masalah karier.
d. Kekurangan
→
Tidak memiliki
teknik yang tegas dalam pelaksanaannya.
→
Terlalu percaya
pada kemampuan klien dalam mengatasi masalahnya.
→
Cukup memakan
banyak waktu.
e. Contoh
Penerapan
Leon seorang mahasiswa, mungkin melihat dirinya sebagai dokter
masa depan, tetapi nilainya yang
dikeluarkan dari sekolah kedokteran ternyata dibawah rata-rata. Perbedaan
antara dengan apa Leon melihat dirinya (konsep diri) atau bagaimana ia ingin
melihat dia (ideal konsep diri) dan realitas kinerja akademis yang buruk dapat
menyebabkan kegelisahan dan kerentanan pribadi, yang dapat memberikan motivasi
yang diperlukan untuk masuk terapi.
Konseling berlangsung, klien dapat
mengeksplorasi lebih luas keyakinannya dan perasaan (Rogers, 1967). Mereka
dapat mengekspresikan ketakutan mereka, rasa bersalah kecemasan, malu,
kebencian, kemarahan, dan lain sebagainya. Dari contoh kasus Leon dapat diambil
kesimpulan bahwa salah satu alasan klien mencari terapi adalah perasaan tidak
percaya diri, dan ketidakmampuan untuk membuat keputusan atau secara efektif
mengarahkan hidup mereka sendiri. Leon diarahkan supaya melihat kepotensian
diri dia yang sebenarnya, terapi difokuskan ke saat yang sekarang agar Leon
dapat melanjtukan hidupnya.
3.
BEHAVIORISTIK: PEMBENTUKAN
PERILAKU MODEL
a. Definisi
Terapi perilaku (Behaviour therapy, behavior modification) adalah pendekatan untuk
psikoterapi yang didasari oleh Teori Belajar (learning theory) yang bertujuan untuk menyembuhkan psikopatologi
seperti; depression, anxiety disorders,
phobias. Perilaku model digunakan
untuk membentuk perilaku baru pada klien, menghilangkan perilaku yang tidak
diinginkan atau memperkuat perilaku yang sudah terbentuk dengan menunjukkan
kepada klien tentang perilaku model.
b. Proses
→
Memainkan peran
aktif dan direktif dalam pemberian treatment
→
Terlibat dalam
pemberian penguatan-penguatan sosial
→
Penguat bagi
tingkah laku klien
→
Model bagi
klien
c. Kelebihan
→
Terapis tidak
banyak memberikan ceramah, tetapi instruksi singkat yang diikuti contoh-contoh
baik dilakukan sendiri maupun melalui stimulasi.
→
Proses terapi
berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati dan jika terjadi kesalahan
harus segera diperbaiki.
→
Pengulangan dan
latihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan.
d. Kekurangan
→
Terjadinya
proses terapi yang bersikap otoriter, komunikasi berlangsung satu arah, terapis
melatih dan menentukan apa yang harus dipelajari oleh klien
→
Klien dipandang
pasif, diperlukan motivasi dari luar, dan sangat dipengaruhi oleh penguatan
dari terapis
→
Klien hanya
mendengarkan penjelasan dan menghafalkan apa yang didengar dan dipandang
sebagai cara belajar yang efektif.
e. Contoh
Penerapan
Cocok diterapkakn untuk melatih
anak-anak yang masih membutuhkan dominasi peran orang dewasa, suka mengulangi
dan harus dibiasakan, suka meniru dan senang dengan bentuk-bentuk penghargaan
langsung seperti diberi hadiah atau pujian. Dapat dikendalikan melalui cara
mengganti mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan
pengulangan respon yang diinginkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar