Sabtu, Juli 08, 2017

TEKNIK – TEKNIK PSIKOTERAPI (RANGKUMAN)

1.     PSIKOANALISA: ANALISIS MIMPI
a.      Definisi
Analisis mimpi adalah prosedur yang penting untuk menyingkap hal yang tak disadari dan memberikan pemahaman kepada klien mengenai beberapa area masalah yang tidak terselesaikan. Mimpi-mimpi memiliki dua taraf isi, yaitu laten dan manifes. Isi laten terdiri atas motif-motif yang disamarkan, tersembunyi, simbolik dan tak disadari. Karena begitu mengancam dan menyakitkan, dorongan-dorongan seksual dan agresif tak sadar yang merupakan isi laten ditransformasikan ke dalam isi manifes yang lebih dapat diterima, yakni impian sebagaimana yang tampil pada si pemimpi. Proses transformasi is laten mimpi ke dalam isi manifes yang kurang mengancam itu disebut kerja mimpi.
Menurut Freud, mimpi adalah penghubung antara kondisi bangun dan tidur. Baginya, mimpi adalah ekspresi yang terdistorsi atau yang sebenarnya dari keinginan-keinginan yang terlarang diungkapkan dalam keadaan terjaga.
Analisis Mimpi, digunakan oleh Freud dari pemahamannya bahwa mimpi merupakan pesan alam bawah sadar yang abstrak terhadap alam sadar, pesan-pesan ini berisi keinginan, ketakutan dan berbagai macam aktivitas emosi lain, hingga aktivitas emosi yang sama sekali tidak disadari. Sehingga metode Analisis Mimpi dapat digunakan untuk mengungkap pesan bawah sadar atau permasalahan terpendam, baik berupa hasrat, ketakutan, kekhawatiran, kemarahan yang tidak disadari karena ditekan oleh seseorang.
b.      Proses
Ketika tidur, kontrol kesadaran menurun, dan mimpi adalah ungkapan isi-isi taksadar karena turunnya kontrol kesadaran itu. Klien melaporkan apa yang dimimpikannya dalam asosiasi bebas. Tugas analis adalah menyingkap makna-makna yang disamarkan dengan mempelajari simbol-simbol yang terdapat pada isi manifes mimpi.
c.       Kelebihan
Adanya transferens (transference), transferens merupakan istilah psikoanalisis untuk cara-cara individu berhubungan dengan analis (orang yang menganalisa mimpi) yang menghasilkan kembali hubungan-hubungan penting dalam kehidupan tiap individu.
d.      Kekurangan
Adanya resistensi (resistance), resistensi adalah istilah pskilogi untuk strategi pertahanan klien yang tidak disadari yang mencegah analis untuk memahami permasalahan orang tersebut. Resistensi terjadi karena hal ini menjadi terlalu menyakitkan untuk tiap individu membawa konfliknya ke kesadaran pribadi.
e.      Contoh Penerapan
Bila anda bangun di suatu pagi dan mengingat sebuah mimpi tentang kembali duduk di kelas dua sekolah dasar dengan guru yang membentak anda karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah, maka ini merupakan isi mimpi yang termanifestasi dalam mimpi anda. Isi laten adalah bagian mimpi yang tidak diingat dan tidak disadari, aspek-aspek tersembunyi ini disimbolkan oleh isi mimpi yang termanifestasi. Psikoanalis memaknai mimpi dengan menganalisis isi mimpi yang termanifestasi untuk mencari kebutuhan-kebutuhan dan harapan yang tidak disadari dengan tampilan yang samar-samar, terutama yang bersifat seksual dan agresif.

2.     HUMANISTIK: EKSISTENSIAL
a.      Definisi
Terapi eksistensi berfokus pada kondisi manusia. Pendekatan ini terutama adalah suatu sikap yang menekankan pada pemahaman atas manusia alih-alih suatu siterm teknik-teknik yang digunakan untuk mempengaruhi klien. Menurut pandangan eksistensial, manusia mampu akan dirinya sendiri, yaitu kapasitas yang membedakan diri kita dengan makhluk lain. Kita adalah makhluk bebas yang bertanggung jawab dalam memilih cara hidup kita, sehingga nasib kita berada di tangan kita sendiri.
b.      Proses
  Tahap pendahuluan
Terapis membantu klien dalam mengidentifikasi dan mengklarifikasi asumsi mereka  tentang  dunia. Klien  diajak  untuk mendefinisikan  dan menayakan  tentang  cara mereka memandang  dan menjadikan eksistensi mereka  bisa diterima.
  Tahap tengah
Proses eksplorasi  diri  ini  biasanya membawa  klien  ke  pemahaman  baru  dan  berapa  restrukturisasi  dari nilai dan  sikap mereka. Klien mendapat cita rasa yang lebih baik akan jenis  kehidupan  macam  apa  yang  mereka  anggap  pantas. 
  Tahap terakhir
Berfokus  pada  menolong  klien  untuk  bisa melaksanakan apa yang  telah mereka pelajari  tentang diri mereka sendiri. Sasaran  terapi  adalah  memungkinkan  klien  untuk  bisa  mencari  cara mengaplikasikan  nilai  hasil  penelitian  dan  internalisasi  dengan  jalan kongkrit.
c.       Kelebihan
     Dapat digunakan bagi klien yang mengalami kekurangan dalam perkembangan dan kepercayaan diri.
     Adanya kebebasan klien untuk mengambil keputusan sendiri.
     Digunakan pada perkembangan klien seperti masalah karier.
d.      Kekurangan
     Tidak memiliki teknik yang tegas dalam pelaksanaannya.
     Terlalu percaya pada kemampuan klien dalam mengatasi masalahnya.
     Cukup memakan banyak waktu.
e.      Contoh Penerapan
Leon seorang mahasiswa, mungkin melihat dirinya sebagai dokter masa depan, tetapi  nilainya yang dikeluarkan dari sekolah kedokteran ternyata dibawah rata-rata. Perbedaan antara dengan apa Leon melihat dirinya (konsep diri) atau bagaimana ia ingin melihat dia (ideal konsep diri) dan realitas kinerja akademis yang buruk dapat menyebabkan kegelisahan dan kerentanan pribadi, yang dapat memberikan motivasi yang diperlukan untuk masuk terapi. 
Konseling berlangsung, klien dapat mengeksplorasi lebih luas keyakinannya dan perasaan (Rogers, 1967). Mereka dapat mengekspresikan ketakutan mereka, rasa bersalah kecemasan, malu, kebencian, kemarahan, dan lain sebagainya. Dari contoh kasus Leon dapat diambil kesimpulan bahwa salah satu alasan klien mencari terapi adalah perasaan tidak percaya diri, dan ketidakmampuan untuk membuat keputusan atau secara efektif mengarahkan hidup mereka sendiri. Leon diarahkan supaya melihat kepotensian diri dia yang sebenarnya, terapi difokuskan ke saat yang sekarang agar Leon dapat melanjtukan hidupnya.

3.     BEHAVIORISTIK: PEMBENTUKAN PERILAKU MODEL
a.      Definisi
Terapi perilaku (Behaviour therapy, behavior modification) adalah pendekatan untuk psikoterapi yang didasari oleh Teori Belajar (learning theory) yang bertujuan untuk menyembuhkan psikopatologi seperti; depression, anxiety disorders, phobias.  Perilaku model digunakan untuk membentuk perilaku baru pada klien, menghilangkan perilaku yang tidak diinginkan atau memperkuat perilaku yang sudah terbentuk dengan menunjukkan kepada klien tentang perilaku model.
b.      Proses
     Memainkan peran aktif dan direktif dalam pemberian treatment
     Terlibat dalam pemberian penguatan-penguatan sosial
     Penguat bagi tingkah laku klien
     Model bagi klien
c.       Kelebihan
     Terapis tidak banyak memberikan ceramah, tetapi instruksi singkat yang diikuti contoh-contoh baik dilakukan sendiri maupun melalui stimulasi.
     Proses terapi berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati dan jika terjadi kesalahan harus segera diperbaiki.
     Pengulangan dan latihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan.
d.      Kekurangan
     Terjadinya proses terapi yang bersikap otoriter, komunikasi berlangsung satu arah, terapis melatih dan menentukan apa yang harus dipelajari oleh klien
     Klien dipandang pasif, diperlukan motivasi dari luar, dan sangat dipengaruhi oleh penguatan dari terapis
     Klien hanya mendengarkan penjelasan dan menghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif.
e.      Contoh Penerapan

Cocok diterapkakn untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominasi peran orang dewasa, suka mengulangi dan harus dibiasakan, suka meniru dan senang dengan bentuk-bentuk penghargaan langsung seperti diberi hadiah atau pujian. Dapat dikendalikan melalui cara mengganti mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar