Kamis, Maret 16, 2017

ALIRAN PSIKOLOGI DAN TERAPINYA

1. PSIKOANALISIS
Psikoanalisis adalah salah satu aliran Psikologi yang pada dasarnya adalah sebuah teori kepribadian yang dikemukakan oleh Sigmund Freud. Aliran Psikoanalisis menekankan kepada alam bawah sadar. Freud juga berpendapat bahwa ada 3 wilayah pikiran yaitu, Id, Ego, dan Superego. Selain itu, Freud juga mengemukakan kehidupan mental dalam aliran psikoanalisis ini, yaitu kehidupan mental terbagi menjadi dua tingkat, alam sadar dan alam tidak sadar. Alam tidak sadar terbagi menjadi dua tingkat, alam tidak sadar dan alam bawah sadar.
Dalam aliran Psikoanalisis, Freud juga mengemukakan Dinamika Kepribadian yang mendorong tingkah laku manusia, antara lain : seks, Agresi, Kecemasan. Kecemasan dibagi lagi menjadi tiga, yaitu:
  1. Kecemasan realistic
  2. Kecemasan moral
  3. Kecemasan neurotic)

Dalam aliran Psikoanalisis, Freud juga mengemukakan beberapa tingkat perkembangan, yaitu:
·         Fase Oral : Tahap dimana bayi mendapatkan zat-zat nutrisi untuk mempertahakan hidup melalui aktivitas oral, tetapi selain itu, mereka juga memperoleh kesenangan dari perilaku mengisap tersebut.
·         Fase Anal : Pada periode ini ditandai dengan kepuasaan yang diperoleh melalui prilaku agresif dan fungsi-fungsi pembuangan atau ekskresi.
·         Fase Phallic : yaitu masa dimana wilayah genital menjadi zona erogen utama. Tahap ini ditandai pertama kalinya lewat dikotomi antara perkembangan pria dan wanita.
·         Fase Genital : lanjutan dari fase phallic, dimana individu mempunyai kepuasan dari rangsangan manipulasi tubuhnya sendiri.
·         Fase Latent : pada fase ini dorongan-dorongan id yang bersifat seksual seolah-olah tidak ada karena individu sibuk dengan kegiatannya mengenal dunia luar.
TEKNIK-TEKNIK TERAPI PSIKOANALISIS
1)      Asosiasi bebas
Suatu metode pemanggilan kembali pengalaman-pengalaman masa lalu dan pelepasan emosi-emosi yang berkaitan dengan situasi-situasi traumatik di masa lalu. Pasien secara bebas mengungkapkan segala hal yang ingin dikemukakan, termasuk apa yang selama ini ditekan di alam bawah sadar.
2)      Penafsiran
Suatu prosedur dalam menganalisa asosiasi bebas, mimpi, resistensi, dan transferensi. Dengan kata lain teknik ini digunakan untuk menganalisis teknik-teknik lainnya. Prosedurnya terdiri atas tindakan-tindakan analisis yang menyatakan, menerangkan, bahkan mengajari klien makna-makna tingkah laku yang dimanifestasikan oleh mimpi-mimpi, asosiasi bebas, resistensi-resistensi dan hubungan terapeutik itu sendiri.
3)      Prosedur yang penting untuk menyingkap bahan-bahan yang tidak disadari dan memberikan kepada pasien atas beberapa area masalah yang tidak terselesaikan.
4)      Analisis resistensi
Dinamika yang tidak di sadari untuk mempertahankan kecemasan. Terapis harus bisa menerobos kecemasan yang ada pada pasien sehingga pasien bisa menyadari alasan timbulnya resistensi tersebut.
5)      Analisis transferensi
Teknik utama dalam terapi psikoanalisis karena dalam teknik ini, masa lalu di hidupkan kembali. Pada teknik ini diharapkan pasien dapat memperoleh pemahaman atas sifatnya sekarang yang merupakan pengaruh dari masa lalunya.
CONTOH KASUS:
Savia adalah seorang siswi teladan di SMA nya. Ketika acara perpisahan wisuda yang di adakan disekolahnya tersebut, Sivia diminta untuk maju ke atas panggung nanti sebagai perwakilan murid. Sebenarnya Sivia ingin sekali bisa berpartisipasi namun iya menolaknya karena merasa tidak pantas. Penolakan Sivia muncul ketiak ia berpikir bahwa ia nanti akan berbicara di hadapan banyak orang karena ia pernah mempunyai masa lalu, yaitu ketika ia masih duduk di bangku SD, ia pernah diminta untuk mengisi acara sekolah yaitu menyanyi di atas panggung, ketika ditengah lagu mic yang digunakan Sivia tiba tiba mati sehingga membuat orang-orang yang hadir tanpa sengaja ikut tertawa. Hal-hal dari masa lalu itu selalu membebani dirinya dan membuatnya merasa takut (trauma) apabila diminta untuk maju ke atas panggung. Terapi yang digunakan dalam contoh kasus ini adalah terapi asosiasi bebas.

2. BEHAVIORISME
Behaviorisme adalah sebuah aliran dalam psikologi yang didirikan oleh John B Watson pada tahun 1913 yang berpendapat bahwa perilaku harus merupakan unsur subyek tunggal psikologi. Behaviourisme lahir sebagai reaksi terhadap introspeksionisme dan psikoanalisis. Behaviorisme secara keras menolak unsur – unsur kesadaran yang tidak nyata sebagai obyek studi dari psikologi, dan membatasi diri pada studi tentang perilaku yang nyata.
Behaviorisme ingin menganalisis bahwa perilaku yang tampak saja yang dapat diukur, dilukiskan, dan diramalkan. Behaviorisme memandang pula bahwa ketika dilahirkan, pada dasarnya manusia tidak membawa bakat apa – apa. Manusia akan berkembang berdasarkan stimulus yang diterimanya dari lingkungan sekitarnya. Lingkungan yang baik akan menghasilkan manusia yang biak, dan sebaliknya. Aliran behaviorisme juga menyumbangkan metodenya yang bersifat positivistik dalam perkembangan ilmu psikologi.
Kaum behavioris lebih dikenal dengan teori belajar, karena menurut mereka, seluruh prilaku manusia, kecuali insting, adalah hasil belajar. Kaum behavioris sangat mengagungkan proses belajar, terutama proses belajar asosiatif atau proses belajar stimulus – respon sebagai penjelasan terpenting tentang tingkah laku manusia.

TEKNIK-TEKNIK TERAPI BEHAVIORISME
     Desensitisasi sistematis          : untuk menghapus tingkah laku yang diperlukan secara negative, dan penyertakan permunculan tingkah laku atau respon yang berlawanan.
     Terapi implosive                     : sebuah teknik yang terdiri atas permunulan stimulus berkondisi secara berulang-ulang tanpa pemberian perkuatan.
     Latihan asertif                         : melatih individu yang mengalami kesulitan untuk menyatakan dirinya bahwa tindakannya layak atau benar.
     Pengkondisian aversi              : untuk meredakan perilaku siptomatik dengan cara menyajikan stimulus yang tidak menyenangkan, sehingga perilaku yang tidak dikehendaki tersebut terhambat kemunculannya.
     Pembentukan perilaku model : untuk membentuk perilaku baru pada klien, memperkuat perilaku yang sudah terbentuk dengan menunjukkan kepada klien tentang perilaku mode.
     Kontrak perilaku                     : persetujuan antara dua orang atau lebih untuk mengubah perilaku tertentu pada klien.
     Token ekonomi                       : untuk membentuk tingkah laku apabila persetujuan dan pemerkuat yang tidak bisa diraba lainnya tidak memberikan pengaruh.

CONTOH KASUS :
Anto meruapakan anak yang pintar di sekolahnya karena terbukti ketika masih berada di kelas X dia selalu masuk posisi 3 tertinggi di kelasnya. Selain itu, Anto juga sering sekali mengikuti perlombaan akedemik. Akan tetapi, semenjak kelas XI Anto berubah, ia sering sekali tidur dikelas saat jam pelajaran dan Anto pernah ditegur oleh guru kelasnya karena sedang bermain game online saat jam pelajaran berlangsung. Kemudian setelah di telusuri kenapa Anto berubah seperti ini yaitu karena Anto pernah dihardik oleh guru tersebut sehingga membuatnya menjadi seperti itu. Terapi yang digunakan dalam contoh kasus ini adalah latihan asertif. Diharapkan dengan latihan asertif ini Anto dapat mengeluarkan kecemasan yang selama ini dipendam untuk dicurahkan.

3. HUMANISTIK
Humanistik adalah aliran dalam psikologi yang muncul pada tahun 1950an sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psikoanalisis. Humanistik mengatakan bahwa manusia adalah suatu ketunggalan yang mengalami, menghayati dan pada dasarnya aktif, punya tujuan serta punya harga diri. Selain itu manusia harus juga dipandang dengan penghargaan yang tinggi terhadap harga dirinya, perkembangan pribadinya, perbedaan-perbedaan individunya dan dari sudut kemanusiaannya itu sendiri.
Humanisme menegaskan adanya keseluruhan kapasitas martabat dan nilai kemanusiaan untuk menyatakan diri (self-realization). Humanisme yakin bahwa manusia memiliki di dalam dirinya potensi untuk berkembang sehat dan kreatif, dan jika orang mau menerima tanggungjawab untuk hidupnya sendiri, dia akan menyadari potensinya, mengatasi pengaruh kuat dari pendidikan orang tua, sekolah dan tekanan sosial lainnya.
Hal Utama Humanistik Dalam Kepribadian :
a.      Holisme
b.      Menolak riset binatang
c.       Manusia pada dasarnya baik
d.      Potensi kreatif
e.      Menekankan kesehatan Psikologi

TEKNIK-TEKNIK TERAPI HUMANISTIK
ü  Person entered-terapy
Yaitu bahwa pada dasarnya manusia itu bersifat positif, optimis, penuh harapan, aktif, bertanggung jawab, kreatif, dan berorientasi ke masa yang akan datang dan selalu berusaha untuk melakukan self fullfillment (memenuhi kebutuhan dirinya sendiri untuk bisa beraktualisasi diri).
ü  Gestalt terapi
Bentuk terapi eksistensial yang berpijak pada premis bahwa individu-individu harus menemukan jalan hidupnya sendiri dan menerima tanggung jawab pribadi jika mereka mengharap kematangan.
ü  Analysis transaksional
Salah satu pendekatan psychotherapy yang menekankan pada kepribadia, komunikasi, dan relasi manusia atau hubungan interaksional AT didasarkan pada asumsi atau anggapan bahwa orang mampu memahami kepetusan pada masa lalu dan kemudian dapat memilih untuk memutuskan kembali.
CONTOH KASUS :
Iqbal seorang mahasiswa teknik yang melihat dirinya sendiri sebagai seorang arsitektur di masa depan, namun nilanya yang di keluarkan dari kampusnya dibawah rata-rata. Perbedaan dengan apa yang Iqbal melihat dirinya (konsep diri) atau bagaimana ia ingin melihat dia (ideal konsep diri) dan realitas kinerja akedemis yang buruk dapat menyebabkan kegelisahan, yang dapat memberikan motivasi yang diperlukan untuk terapi. Iqbal harus melihat bahwa ada masalah atau tidak pada dirinya. Contoh kasus Iqbal menggunakan terapi Person Centered-terapy dan dapat diambil kesimpulan bahwa salah satu alasan klien mencari terapi adalah perasaan tidak percaya diri, dan ketidakmampuan untuk membuat keputusan atau secara efektif mengarahkan hidup mereka sendiri.

4. GESTALT
Aliran gestalt munul di Jerman sebagai kritik terhadap strukturalisme Wundt. Pandangan gestalt menolak analisis dan penguraian jiwa ke dalam elemen – elemen yang lebih kecil karena dengan demikan, makna dari jiwa itu sendiri berubah sebab bentuk kesatuannya juga hilang. Teori ini dibangun oleh tiga orang, Kurt Koffka, Max Wertheimer, dan Wolfgang Kohler. Mereka menyimpulkan bahwa seseorang cenderung mempersepsikan apa yang terlihat dari lingkungannya sebagai kesatuan yang utuh.
Gerakan gestalt lebih konsisten dengan tema utama dalam filsafat jerman yakni aktivitas mental dari pada sistem Wundt. Psikologi gestalt didasari oleh pemikiran Kant tentang teori nativistik yang menyatakan bahwa organisasi aktivitas mental membuat individu berinteraksi dengan lingkungannya melalui ara-cara yang khas. Sehingga tujuan psikologi gestalt adalah menyelidiki organisasi aktivitas mental dan mengetahui secara tepat karakteristik interaksi manusia – lingkungan.
TEKNIK-TEKNIK TERAPI GESTALT
a.      Terapi gestalt adalah bentuk intervensi yang diberikan untuk membantu individu memperoleh pengetahuan dan kesadaran untuk melangkah menuju pertumbuhan.
b.      Menangani masa lampau dengan membawa aspek-aspek masa lampau yang relavan ke saat sekarang, menggairahkan hubungan dan mengungkapkan perasaan-perasaan langsung dan menghindari intelektualisasi abstrak tentang masalah-masalah klien.
CONTOH KASUS :

Samira adalah seorang peremuan dewasa yang menganggap bahwa semua laki-laki itu tidak baik. Ia menganggap semua laki-laki selalu menyakiti dan bersikap kaar. Prilaku itu membuat Samira menjahui laki-laki. Hal ini yang membuat ibunya cemas apabila tidak mendapatkan pasangan nantinya. Ternyata diketahui bahwa pada masa lalu, samira mengalami perlakuan yang buruk dari ayahnya, saat masih duduk dibangku SD samira sering sekali dipukuli oleh ayahnya. Terapi yang di lakukan samira ialah diantu untuk menyadari bahwa prilakunya tidak produktif. Klien didorong untuk langsung mengalami perjuangan disini dan sekarang terhadap urusan yang tak selesai di masa lampau. Dengan mengalami konflik-konflik, meskipun hanya membicarakannya, klien lambat laun bisa memperluas kesadarannya.



daftar pustaka :
Corey, G. (2007). Teori dan praktek konseling dan psikologi terapi. Bandung: PT Refika Aditama
Feist & feist. (2009). Teori kepribadian buku 1 edisi 7. Jakarta: Salemba Humanika
Wade, Carole. (2007). Psikologi. Jakarta: Penerbit Erlangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar