Kamis, April 13, 2017

CLINOMANIA (OBSESI PADA TEMPAT TIDUR)

Clinomania terdiri dari dua kata yaitu clin dan mania. Clin sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti "tempat tidur" dan mania berarti "kecanduan" atau "terobsesi". Jadi, clinomania adalah terobsesi pada tempat tidur yaitu ingin selalu berada di atas kasur atau ranjang. Obsesi pada tempat tidur tidak berarti seseorang selalu tidur, namun ia selalu ingin berada di tempat tidur walaupun sambil melakukan pekerjaan. Clinomania adalah kelainan mental yang ditandai dengan keinginan berlebihan untuk berada di tempat tidur, terutama pada cuaca dingin. Parahnya, keinginan tak beranjak dari tempat tidur ini bisa sampai seharian. 
Berikut beberapa gejala seseorang menderita clinomania.

1. Setelah hari panjang yang melelahkan, Anda hanya ingin ada di kasur. Tak ingin melakukan hal-hal lainnya seharian penuh.

2. Kapan pun Anda melihat tempat tidur, Anda akan merasa hangat dan sangat rindu untuk segera berbaring di atasnya.

3. Berada di atas kasur memberikan Anda kepuasan yang tak terhingga.

4. Ada perasaan meledak-ledak dan tak terhingga saat Anda berada di atas kasur.

5. Ada perasaan yang sangat malas dan tak ingin bergerak sama sekali. Rasanya tak ingin terpisah dari kasur. Sama halnya seperti yang dirasakan saat jatuh cinta.

6. Kerinduan yang sangat pada tempat tidur terkadang membuat Anda bisa jadi lebih menghargai tempat tidur dibanding yang lain, bahkan orang lain dalam hidup.

7. Tempat tidur adalah satu-satunya tempat di mana Anda menumpahkan semua isi hati dan merasa nyaman setelahnya.

8. Anda ingin menghabiskan banyak waktu di atas kasur. Mulai tidur, makan, bermain, nonton tv, bahkan bekerja.

9. Anda tak peduli ketika tak bisa jadi bagian dari komunitas sosial, asalkan Anda bisa tetap berada di kasur.

10. Anda punya pikiran kalau kasur Anda tidak ingin Anda beranjak darinya.

11. Atau, Anda berpikiran kalau kasur membutuhkan Anda lebih dari Anda butuh kasur.

12. Alarm tak mempan untuk membangunkan Anda dari kasur. Sekalipun Anda sudah punya rencana untuk bangun awal, namun masih saja ada alasan untuk bertahan lebih lama di kasur.

13. Ketika kasur sudah bisa membuat Anda nyaman, tak peduli lagi dengan hal lain.

14. Beranjak dari tempat tidur bisa membuat Anda menyesal ketika aktivitas yang dilakukan tak memuaskan. Lebih baik tidur.

15. Tidur atau berada di kasur adalah jawaban pertama Anda ketika ditanya tentang hobi.

Orang-orang yang mengalami clinomania ini sebenarnya sedang mengalami masalah psikologis, sehingga dianjurkan untuk segera pergi ke psikolog untuk berkonsultasi. Obsesi pada tempat tidur menimbulkan rasa malas atau perasaan mengantuk terus-menerus yang mengakibatkan seseorang tidak ingin pergi melakukan kegiatan atau bekerja.
Kurangnya motivasi untuk melakukan sesuatu karena sedang depresi menjadi faktor terjadinya clinomaniaSebuah penelitian menyatakan seseorang yang mengalami clinomania tidak selalu menjadi depresi, namun jika sedang depresi maka seseorang akan cenderung mengalami clinomania.
Perbanyaklah kegiatan di luar rumah, sehingga Anda tidak mengalami obsesi pada tempat tidur yang hanya membuat Anda menjadi seorang pemalas.

Ø  Contoh terapi yang bisa digunakan untuk menyembuhkan gangguan ini salah satunya adalah terapi kognitif. terapi tersebut merupaka suatu bentuk psikoterapi yang terstruktur, yang bertujuan meredakan simtoma-simtoma penyakit dan membantu pasien agar dapan mempelajari cara-cara yang lebih efektif untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang menyebabkan penderitaan mereka. Bagian penting yang bersifat terapetis dalam terapi kognitif berorientasi pada masalah yang diarahkan untuk memperbaiki masalah-masalah yang bersifat psikologis skaligus situasional yang mungkin ikut menambah penderitaan pasien. Terapi ini dinamakan “terapi kognitif“. Karena tekhnik yang dipakai dalam terapi ini bertujuan untuk merubah kesalahan (error) atau penyimpangan (bias) dalam pikiran pasien. Tehnik itu juga mencakup cara-cara yang digunakan untuk menilai situasi dan stress, anggapan tentang diri sendiri, lingkungan dan masa depan. Serta keyakinan dan sikap,yang semuanya diperekirakan memperberat gangguan emosi pasien.pendekatan dalam penyembuhan ini didasarkan atas latar belakang histories, teoritis dan eksperimen.